Saat ini pernikahan di usia muda menjadi Salah satu Impian yang sedang tren di kalangan pemuda. Namun tidak sedikit pula sebuah pernikahan tersebut kandas diusia yang masih muda juga.
Banyak alasan
yang menjadikan pernikahan tersebut agar segera dijalani. Ingin menghidari dari
dosa zina misalnya, ya Menjaga Diri. Atau ingin memiliki ‘Teman
Hidup’ agar memiliki motivasi memperbaiki diri Bersama.
Atau
adakalanya keinginan untuk menikah muda muncul karena ingin segera mendapatkan “Kebahagian
Instan”, katanya. Terlebih di era sosial media saat ini, pernikahan tampak
begitu indah, bahagia, dan harmonis : Pasangan yang sedang berlibur, memiliki rumah mungil tapi modern,
anak- anak yang lucu. Hal seperti ini yang membuat sebagian orang berpikir bahwa
menikah akan membuat hidup menjadi lebih tenang dan Bahagia. Padahal tidak
semua yang terlihat bahagia benar-benar tanpa perjuangan.
Dan tidak
jarang, hal ini menumbuhkan pandangan bagi sebagian kalangan pemuda yang
menjadikan menikah muda jadi sebuah alasan ‘Pelarian’ dari sekelumit
tantangan atau ujian hidup yang belum mampu dihadapi.
Ibaratnya
muncul pemikiran seperti :
“Capek sama
dunia, nikah aja deh”
“Capek
Kerja, nikah aja deh”
Menikah bukan
tempat untuk beristirahat atau menghilang dari ujian. Melainkan pintu menuju ruang
baru untuk tumbuh Bersama, menghadapi masalah yang mungkin berbeda bentuk. Sehingga
ujian atau tantangan hidup yang kita alami saat ini, harus kita hadapi, kita
Jalani, dan selesaikan. Karna tentu hal ini menjadikan kita lebih dewasa agar
lebih siap menjalankan atau menghadapi ujian-ujian baru yang akan datang
setelahnya. Ujian Pernikahan.
Jadi, Pernikahan Adalah Ibadah
yang perlu dipersiapkan. Dari Niat, Kesiapaan Mental, Spiritual, Finansial, dan
banyak hal.
Menikah itu bukan pelarian dari
Lelah, melainkan sebuah perjalanan menuju Ridha Allah.
Maka, persiapkan dirimu.