Kamis, 17 Juni 2021

Resiko "stay at home"

 

Akhir akhir ini media banyak memberitakan banyak anak dan remaja yang mengalami adiksi gadget, game, dan internet sampai mengalami masalah dan gangguan kejiwaan.

Wabah COVID-19 telah memberikan suatu dampak besar bagi kehidupan setiap orang di dunia. Ratusan juta orang di seluruh dunia diharuskan untuk tinggal di rumah untuk melindungi diri dari penularan penyakit ini, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, dan juga lansia

Sejak awal tahun,  anak - anak dan mahasiswa tidak bersekolah dan harus  mengikuti pembelajaran jarak jauh melalui internet lewat layar komputer, gadget, televisi (Study from home). Hal ini akan dilakukan juga di tahun ajaran baru yang sebentar lagi akan dijalani.  Hal yang sama juga terjadi pada anak kuliah dan mereka yang kerja dari rumah (WFH=working from home). Akibat dari ini semua adalah meningkatnya risiko penggunaan gadget/internet yang berlebihan terutama pada anak anak dan remaja. WHO (World Health Organization) sudah memberikan peringatan akan adanya risiko ini.




■ RISIKO "Stay at Home"

1. "Unhealthy sedentary lifestyles" (pola hidup tidak sehat, kurang banyak bergerak), tidur yang kurang, berubahnya pola tidur dan bangun, olah raga/aktivitas fisik yang kurang, pola makan/nutrisi yang
 terganggu, sakit kepala, nyeri leher akibat terlalu lama melihat layar 
2. Konten di internet yang berbahaya seperti kekerasan dan seksual
3. Informasi yang salah atau berlebihan tentang Covid-19 yang bisa memicu masalah kejiwaan seperti cemas, depresi, trauma psikologis
4. "Cyber Bullying" yang dilakukan di media sosial, game online interaktif
5. Terjadi Gaming Disorder (gangguan kecanduan game/internet)
6. Risiko menghabiskan uang lewat judi online, membeli loots, power, ability secara online saat game online

sumber : dr.Lahargo Kembaren, SpKJ 
- Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS.Jiwa.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor, RS SILOAM Bogor

2 komentar:

  1. Maa syaa Alloh tabarokalloh...iya mba bener sekali...prihatin liat dan merasakan yg terjadi dimasyarakat yg kadang luput dari perhatian kita...pada hal ada yg lbh berbahaya dr covid itu sendiri..

    BalasHapus

Cukup Menjadi Saya

Di tengah arus kehidupan yang begitu cepat, kita sering tanpa sadar terjebak dalam kebiasaan membandingkan diri. Media sosial, lingkungan se...