Rabu, 07 Juli 2021

8 FUNGSI SEBUAH KELUARGA


8 FUNGSI SEBUAH KELUARGA
-Kurnia Widhiatuti-

Dalam UU no.10 Tahun 1992 dan PP no.21 tahun 1994

Ada 8 fungsi keluarga yang sangat baik jika ditumbuh kembangkan bersama.

1. FUNGSI AGAMA
Pilar utama sebuah keluarga adalah pemahaman agama yang baik. Memiliki visi misi luhur, agar semua dapat berkumpul di surganya Allah.

Sehingga upaya-upaya untuk menjalankan nilai-nilai agama, seperti memahami dengan baik pedoman utama Al Qur'an & Sunnah, menjalankan ibadah wajib maupun Sunnah, menghiasi dengan akhlaq mulia, bersikap dermawan dan bermanfaat bagi orang lain.

2. FUNGSI SOSIAL BUDAYA
Sebuah keluarga tak kan bisa terlepas dari lingkungan sosial masyarakat nya dan juga budaya suku bangsanya.

Karena itu memahami adat istiadat budaya setempat akan membantu kita mudah untuk beradaptasi di manapun berada.

Jika kita memahami berbagai budaya suku bangsa, akan membuat kita bijaksana dalam bersikap dan dapat saling menjaga keharmonisan. Baik itu sepasang suami istri yang berbeda suku atau keharmonisan dalam sosialisasi dengan masyarakat sekitar.

3. FUNGSI CINTA KASIH
Menghidupkan cinta kasih antar anggota keluarga adalah kebutuhan asasi.
Ketentraman hanya didapat jika limpahan dan curahan cinta dalam keluarga sangat banyak dan intens.

Karena itu selalu lah menjaga Bonding, kebersamaan, kehangatan, kemesraan, kenyamanan, keamanan antar anggota. 
Ini bisa didapatkan jika kita sering melakukan aktifitas bersama baik dirumah maupun di luar rumah.

4. FUNGSI SALING MELINDUNGI
Keluarga adalah tempat kembali terbaik bagi siapapun. Tempat paling tenang dan perasaan aman ada di dalamnya.
Kita menyebutnya ada SAKINAH (ketentraman).

Semua itu didapatkan jika setiap anggota keluarga saling melindungi satu dengan yang lain.
Melindungi secara fisik, melindungi perasaannya agar tidak terluka, melindungi impian dan harapannya agar dapat selamat dalam cita-citanya.

Saling support dalam memberikan rasa damai didalam rumah. Hindari kericuhan, amarah, teriakan dan hentakan jiwa pada siapapun dari anggota keluarga kita.

5. FUNGSI REPRODUKSI
Fungsi keluarga yang juga utama adalah reproduksi, untuk keberlangsungan hidup manusia.

Senantiasa memelihara kesehatn organ reproduksi, dapat membantu lahirnya anak-anak yang berkualitas tumbuh kembangnya.

Hakekatnya kita memiliki keturunan adalah agar kelangsung hidup manusia sebagai Khalifah pemelihara alam semesta akan terus ada.
Dan kelak dari keturunan kitalah lahirnya para pemimpin hebat masa depan.

6. FUNGSI PENDIDIKAN.
Setiap keluarga hebat dapat ditandai dari kecintaannya kepada ilmu.
Maka pendidikan menjadi agenda utama dalam prioritas keberlangsungan keluarga.

Dengan ilmu dapat mengubah perilaku, mengubah nasib, mengubah masa depan.
Dengan ilmu kendali masa depan jauh lebih baik di kelola oleh anak keturunan kita.

Karena itu jangan biarkan anak-anak kita tidak mengenyam pendidikan terbaik. Bukalah peluang seluas-luasnya mereka menjelajah dunia ilmu. Jika perlu keluar negeri sekalipun, tidak lah mengapa.
Asalkan mereka dapat menjadi putra putri terbaik masa depan.

7. FUNGSI EKONOMI
Kebutuhan akan hajat hidup manusia ada di sektor ekonomi ini.
Jadilah keluarga tangguh, pekerja keras, senang berjuang untuk meraih harapan nya, dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Bekerjalah Allah Rasul-nya & orang-orang mukmin akan melihat pekerjaan mu..." (9:105)
Bekerja dan berusaha adalah jalan ikhtiar meraih rezeki dan Allah lah yang menuntun pada pencapaian hasil terbaiknya.

8. FUNGSI PEMBINAAN LINGKUNGAN
Pembinaan lingkungan menjadi hal yang tidak kalah pentingnya dengan memerhatikan urusan keluarga kita sendiri.

Karena hampir perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Kepedulian setiap keluarga dimasyarakat untuk saling menjaga kebaikan-kebaikan diri, akan melindungi siapapun yang ada didalamnya.

Terlihatlah aktif dalam memelihara kemaslahatan banyak orang, baik di lingkungan RT atau RW.

Keluarga yang baik, akan melahirkan masyarakat yang baik dan masyarakat yang baik akan melahirkan bangsa yang baik.

Indonesia baik bermula dari keluarga yang baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cukup Menjadi Saya

Di tengah arus kehidupan yang begitu cepat, kita sering tanpa sadar terjebak dalam kebiasaan membandingkan diri. Media sosial, lingkungan se...