Selasa, 22 Juni 2021

DIGITAL DETOX

"Digital Detox "

Melakukan digital detox berarti membatasi akses ke dunia digital termasuk media sosial, game online, googling, dll. Hal ini dapat dilakukan dengan cara :

- Full Digital Detox (sama sekali tidak bersentuhan dengan dunia digital) 

- Partial Digital Detox (pembatasan akses dengan dunia digital untuk hal hal tertentu)


■ Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan waktu melakukan detox. Riset menunjukkan mengurangi akses ke media sosial 30 menit sehari saja sudah mengurangi risiko terjadinya depresi. Menentukan pembatasan waktu bisa dilakukan dengan cara :

- Tidak mengakses media sosial sama sekali selama 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun. Lakukan dengan konsisten.

- Tidak mengakses medsos saat di sekolah/tempat kerja/di jalan

- 1 jam sebelum tidur mematikan gadget

- tidak menggunakan gadget di meja makan

- dll


■ Langkah berikutnya dalam Digital Detox adalah menghilangkan distraksi yg bisa menyebabkan kita mengakses media sosial :

- menghapus aplikasi media sosial di gadget, laptop, komputer

- menghilangkan notifikasi media sosial

- mematikan gadget secara berkala, misal saat di kantor, dalam perjalanan, saat di rumah

- menaruh gadget di ruangan lain, dalam lemari yg sulit terjangkau

- beraktivitas di luar tanpa membawa gadget


■ Teknik Melakukan Digital Detox : 

1. Digital Fast : tentukan limit waktu tidak menyentuh media sosial sama sekali, misal beberapa hari, minggu atau bulan

2. Recurrent digital abstinence: pilih 1 hari dalam seminggu bebas media sosial

3. A specific detox : apabila ada aplikasi media sosial yg benar benar membuat stres, menghabiskan waktu, tutup aplikasi tersebut.


■ Tips Melakukan Digital Detox :

- selama 1-2 minggu setelah memulai digital detox,  badan, pikiran dan perasaan akan merasa tidak nyaman, ini disebut efek 'withdrawal' (putus zat). Lakukan pengalihan dengan melakukan hal hal lain seperti olah raga, bermain musik, kumpul bersama teman dan keluarga.

- Beritahukan keluarga dan teman teman bahwa Anda sedang melakukan digital detox dan minta dukungan mereka

- Buatlah jurnal bagaimana Anda melakukan digital detox ini

Bagi kita yang mengetahui bahwa ada seseorang yang melakukan digital detox maka sebaiknya kita mendukungnya karena dia sudah memilih sebuah keputusan untuk menjaga kesehatan jiwanya. Jangan melakukan bullying, meledek atau merendahkan mereka yg melakukan digital detox karena hal itu bukan menunjukkan bahwa mereka lemah atau kurang tangguh tapi justru menunjukkan bahwa mereka tahu hal apa yg menjadi stresor dan berusaha menanggulanginya.

Mari kita menggunakan gadget dan internet dengan bijak selama masa Pandemi Covid-19 ini dan tetap menjalankan pola hidup yang sehat serta protokol kesehatan yang dianjurkan.


Sumber : dr.Lahargo Kembaren, SpKJ - Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS.Jiwa.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor, RS SILOAM Bogor












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cukup Menjadi Saya

Di tengah arus kehidupan yang begitu cepat, kita sering tanpa sadar terjebak dalam kebiasaan membandingkan diri. Media sosial, lingkungan se...